“PENGERTIAN BIMBINGAN”

 

Dikutip dari W.S Winkel dan M.M Sri Hastuti “Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan” Media Abadi, Yogyakarta, 2004

  • Dalam kamus bahasa inggris Guidance dikaitkan dengan asal kata guide yang diartikan sebagai berikut : menunjukkan jalan (showing the way), memimpin (leading), menuntun (conducting), memberikan petunjuk (giving instruction), mengatur (regulating), mengarahkan (governing), memberikan nasehat (giving advice).
  • Dictionary of Education (1973)

Guidance is

  1. 1.      The process of assisting an individual to understand himself and the word around him, and to gain knowledge of implications of this understanding for educational progress, career development and personality fulfillment;
  2. 2.      A form of systematic assistance to studens or other to help them asses their abilities and liabilities and to use that information affectively in daily living.

Bimbingan adalah

1. Proses membantu perorangan untuk memahami dirinya dan yang ada di sekitar dia, dan untuk memperoleh pengetahuan implikasi dari pemahaman ini untuk kemajuan bidang pendidikan, pengembangan karier dan pemenuhan kepribadian;

2. Suatu format bantuan sistematis ke murid atau orang lain untuk membantu mereka sadar kewajiban dan kemampuan mereka dan untuk menggunakan informasi itu yang dengan cenderung di dalam kehidupan sehari-hari.

  • Jones (1970)

Guidance is the assistance given the individuals in making intelligent choices and adjustment in their lives. The ability to make wise choices is not innate it must be developed. The fundamental purpose of guidance is to develop in each individual, up to the limit of his capacity the ability to solve his own problems and make his own adjustment.

Bimbingan adalah bantuan kepada individu  didalam membuat aneka pilihan cerdas dan penyesuaian ke dalam hidup mereka. Kemampuan untuk membuat aneka pilihan sikap bijaksana tidaklah harus dikembangkan. Tujuan bimbingan yang pokok adalah untuk mengembangkan pada setiap individu, pada batas kapasitasnya kemampuan untuk memecahkan permasalahan pribadinya dan membuat penyesuaian pribadinyanya.

  • Milner (1974)

A broad definition of guidance . . . . is the presentation of knowledge, information and/or advice to individuals or groups in a structured way so as to provide sufficient material upon which they may base choice or decisions.

Suatu definisi bimbingan lebar…. mengenai pengetahuan, informasi dan/atau nasihat ke individu atau menggolongkan suatu susunan agar supaya menyediakan material cukup dimana mereka bisa mendasarkan pilihan atau keputusan.

  • Crow and Crow (1961)

Guidance is assistance made available by personally qualified and adequately trained men or women to an individual of any age to help him manage his awn life activities, develop his own points of view, make his own decisions, and carry his own burdens.

Bimbingan adalah bantuan dibuat tersedia oleh secara pribadi berkwalitas dan cukup melatih orang atau wanita ke perorangan tentang segala  umur/zaman untuk membantu dia mengatur aktivitas hidup nya, mengembangkan poin-poin pandangannya, membuat keputusan, dan membawa tanggung jawab.

  • Honnesy (1966)

Guidance is the process of aiding the development of each individual by assisting him to make his own plans and decision, consonant with his own unique potentialities as they relate to the requirements and apportunities of the society in which he lives and accordance with moral, social, and spiritual values.

Bimbingan adalah proses membantu pengembangan dari tiap individu dengan membantu dia untuk membuat keputusan dan rencananya, huruf mati dengan kemampuan yang unik miliknya ketika mereka berhubungan dengan kebutuhan dan berkumpul di masyarakat di mana ia hidup dan persetujuan dengan moral, sosial, dan nilai-nilai rohani.

  • Shertzer _ Stone (1976,1981)

Guidance is the process of helping individuals to understand themselves and their word.

Bimbingan adalah proses membantu individu untuk memahami diri mereka dan kata mereka.

  • Schmidt (1993)

Guidance is a term used to describe a curriculum area related to affective or psychological education.

Bimbingan adalah suatu istilah yang digunakan untuk menguraikan suatu area kurikulum berhubungan secara cenderung atau pendidikan psikologis.

  • Moegiadi (1970)

Bimbingan dapat berarti

(1) suatu usaha untuk melengkapi individu dengan pengetahuan, pengalaman, dan informasi tentang dirinya sendiri;

(2)  suatu cara pemberian pertolongan atau bantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya;

(3)  sejenis pelayanan kepada individu- individu agar mereka dapat menentukan pilihan, menetapkan tujuan dengan tepat dan menyusun rencana yang realistis sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan memuaskan didalam lingkungan dimana mereka hidup;

(4) suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal : memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih menentukan dan memyusun rencanasesuai dengan konsep dirinya sendiri dan tuntutan dari lingkungan.

  • Rochman Natawidjaja (1981)

Bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sehingga  ia sanggup mengarahkan diri dan dapat bertidak wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan keluarga serta masyarakat. Dengan demikian dia dapat mengecap kebahagiaan hidupnya serta dapat memberikan sumbangan yang berarti.

 

Dikutip dari W.S. Wingkel “Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah

Tolbert, A, 25, tentang Individual Counseling

“Counseling is a personal, face-to-face relationship between two people, in which the conselor, by means of the relationship and his special competencies, provides a learning situation in which the counselee, a normal sort of person, is helped to know himself and his present and possible future situations …

Wawancara konseling merupakan pertemuan antara dua pribadi yang hasilnya tidak ditentukan sebelumnya, yaitu pertemuan berhadapan muka antara konselor dengan konseli/klien yang bebas dari penilaian. Dalam pertemuan ini konseli dapat memusatkan seluruh perhatiannya kepada persoalan yang sedang dihadapinya. Berkat bantuan dari konselor, konseli makin lama makin luas pengertiannya tentang masalahnya dan semakin sadar pula akan kemampuannya sendiri untuk menyelesaikan persoalannya (tentang konseling individual).

 

Dikutip dari Dewa Ketut Sukardi “Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah” Rineka Cipta, Jakarta, 2008

  • Berdasarka pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 29/90

Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan (Depdikbud, 1994)

  • Moh. Surya (1988 : 12)

Pakar bimbingan yang lain mengungkapkan bahwa: “bimbingan ialah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri dan perwujudan diri, dalam mencapai tingkat perkembangan, yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungannya.

  • Prayitno (1989:2 dan 1987:35)

Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada seseorang (individu) atau sekelompok orang agar mereka itu dapat berkembang menjadi pribadi-pribadi yang mandiri. Kemandirian ini mencangkup lima fungsi pokok yang hendaknya dijalankan oleh pribadi mandiri yaitu : (a) mengenal diri sendiri dan lingkungannya, (b) menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis, (c) mengambil keputusan, (d) mengarahkan diri, dan (e) mewujudkan diri

  • Kesimpulan ;

Bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada seseorang/ sekelompok orang secara terus-menerus dan sistematis oleh guru pembimbing agar individu atau sekelompok individu menjadi pribadi yang mandiri. Kemandirian yang menjadi tujuan usaha bimbingan ini mencangkup lima fungsi pokok yang hendaknya dijalankan oleh pribadi yaitu : (1) mengenal diri sendiri dan lingkungan sebagaimana adanya, (2) menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis, (3) mengambil keputusan, (4) mengarahkan diri sendiri, dan (5)mewujudkan diri mandiri.

 

Dikutip dari Drs. D. Ketut Sukardi “Dasar-dasar Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah” Usaha Nasional, Surabaya, 1983

  1. Arthur J. Jones, Bufford Stefflre and Norman R. Stewart, dalam bukunya yang berjudul ”Principles of Guidance”, menyatakan: “Guidance is the assistance given to individuals in making intelegent choiches and adjustmnets. It is based on the democratic principle that it is the duty and the right of every individual to choose his own way in life insofar as his choise does not interfere with the rights for others. The ability to make such choices is not innate but, like other abilities, must be developed.” (1970)

Bimbingan merupkan pemberian bantuan oleh seseorang kepada orang lain dalam menentukan pilihan, penyesuaian dan pemecahan permasalahan. Bimbingan bertujuan membantu seseorang agar bertambah kemampuan bertangungjawab atas dirinya.

  1. Lester D. Crow and Alice Crow, dalam bukunya “An Introduction to Guidance”, menyatakan: “Guidance is assistance made available by personally and qualified and adequately trainde man or woman to an idividual of any age to help him manage his own lifes activities, developed his own points to view, make his own  decisions, and carry his burdens”. (1960)

Diartikan bahwa bimbingan merupakan bantuan yng dapat diberikan olah pribadi yang terdidik dan wanita atau pria yang terlatih, kepada setiap individu yang usianya tidak ditentukan untuk dapat menjalani kegiatan hidup, mengembangkan sudut pandangannya, mengambil keputusannya sendiri dan menanggung bebannya sendiri.

  1. Mortesen D. dan Schmuller A. dalam bukunya “Guidance in Today’s School” memberikan pengertian bimbingan sebagai berikut: “Guidance may be defined as that part of the total educational program that helps provide the personal opportunities and specialized staff sevices by which each individual can develop to the fullest of his abilities and capities in term, of the democratic idea.”(1976)
  2. Drs. H. Koestor Partowisastro, (1982).

“Dalam hal ini perlu diingat bahwa orang yang memberikan bimbingan bukanlah “decision maker”  seseorang, melainkan hanya membantu dalam menemukan dan menentukan sendiri jalan yang akan ditempuh.” (Tercapainya tujuan bimbingan menurut pendapat Mortesen D. dan Schmuller A. menuntut adanya suatu bentuk kerja sama yang harmonis antara anak, pembimbing/ konselor, guru, orang tua murid/wali, dan staf sekolah lainnya.

 

Dikutip dari Elfi Mu’awanah dan Rifa Hidayah “Bimbingan Konseling Islami” PT Bumi Aksara, Jakarta, 2009

  • Schertzer dan Stone (1981)

Bimbingan sebagai. . . . suatu proses bantuan yang ditujukkan kepada individu agar mengenali dirinya sendiri dan dunianya.

  • Arthur Jones (1977)

Bimbingaan adalah suatu bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dalam membuat pilihan-pilihan dan penyesuaian-penyesuaian serta dalam membuat pemecahan masalah. Tujuan bimbingan adalah membantu menumbuhkan kebebasan serta kemampuannya agar menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

  • Bimi Walgito (1975)

Bimbingan adalah “. . . . bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekelompok individu-individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan didalam kehidupannya, agar individu atau sekumpulan individu-individu itu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya.

 

Dikutip dari Prof.Dr.H. Prayitno,M. Sc. Ed. “Panduan Kegiatan Pengawasan Bimbingan dan Konseling” di Sekolah

  • Menurut PP No. 28/1990 Pasal 25 Ayat 1dan 2 tentang Pendidikan Dasar

(Ayat 1)Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan. (Ayat 2)Bimbingan diberikan oleh guru pembimbing.

  • PP No. 29/1990 Pasal 27 Ayat 1 dan 2 tentang Pendidikan Menengah

Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan. (Ayat 2)Bimbingan diberikan oleh guru pembimbing.

  • PP No. 71/1991 Pasal 28 Ayat 1dan 2 tentanng Pendidikan Luar Biasa Bab XII : Bimbinag dan Rehabilitasi

(Ayat 1) Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengatasi masalah yang disebabkan oleh kelainan yang disandang, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan. (Ayat 2) Bimbingan diberikan oleh guru pembimbing.

 

Dikutip dari  Drs. Prayitno “Pelayanan Bimbingan di Sekolah” Ghalia Indonesia, 1976

  • Crisholm, L.L., 1945 yang dikutip oleh Alberty, H., 1957

Bimbingan berusaha agar setiap individu mengenal dengan baik berbagai informasi tentang dirinya sendiri, minat-minatnya, kemampuannya, perkembangannya, pada saat ini dalam berbagai bidang kehidupan, dan rencana-rencana atau ambisi-ambisinya untuk masa depan, selanjutnya bimbingan berusaha individu itu mengenal berbagai masalah yang berkenaan dengan penyesuaian social, vokasionil (jabatan), dan rekreasionil yang ia hadapi. Dengan melalui latihan dan pengalaman ia mengenal dan mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya, sedangkan dalam bidang social, bimbingan bertujuan untuk memperkembangkan dalam diri individu itu tilikan yang berkenaan dengan pemecahan masalah-masalahnya sendiri dengan baik-baik.

  • Gamon,H.P. (1969)

Mengatakan bahwa bimbingan di sekolah menengah berusaha untuk membantu murid-murid agar dapat sebanyak mungkin menimba manfaat dari pengalaman-pengalaman yang mereka peroleh selama berada di sekolah menengah itu. Selanjutnya ia mengatakan bahwa bimbingan di sekolah meliputi ide-ide yang menyangkut perkembangan pendidikan, social, psikologis, dan hendaknya berorientasikan pada bidang akademis.

  • Miller, F.W. (1968)

Bimbingan adalah proses untuk membantu individu memperoleh pengertian tentang diri sendiri yang perlu untuk penyesuaian diri yang maksimal di sekolah, rumah, dan masyarakat.

  • John, A.J., 1945 yang dikutip oleh Kelly, J.A., 1956

Bimbingan adalah pelayanan yang terorganosiryang dimaksudkan untuk memberikan bantuan secara teratur kapada murid-murid dalam memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi dan dalam membina penyesuaian diri terhadap berbagai situasi yang harus ia hadapi.

Pada umumnya tujuan bimbingan hendaknya ialah “untuk membantu individu melalui penyulyhan guna dapat membuat pilihan yang bijaksana, penyesuaian diri dan penafsiran terhadap situasi yang kritis dalam hidupnya sedemikian rupa untuk menjamin perkembangan kemampuan pengarahan diri sendiri.

 

Dikutip dari Prof. Dr. H. Prayitno, M.Sc.Ed dan Drs. Erman Amti “Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling” Rineka Cipta, Jakarta, 2004

  • Frank Person, dalam Jones 1951

Bimbiungan se3bagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri, dan memangku suatu jabatan serta mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya itu.

  • Dunsmoor & Miller, dalam McDaniel, 1969

. . . bimbingan membantu individu untuk memahami dan menggunakan secara luas kesempatan-kesempatan pendidikan, jabatan, dan pribadi yang mereka miliki atau dapat mereka kembangkan, dan sebagai satu bentuk bantuan yang sistematik melalui mana siswa dibantu untuk dapat memperoleh penyesuaian yang baik terhadap sekolah dan terhadap kehidupan.

  • Chiskolm, dalam McDaniel, 1959

Bimbingan membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri.

  • Levever, dalam McDaniel 1959

Bimbingan adalah bagian dari proses pendidikan yang teratur dan sistematik guna membantu pertunmbuhan anak muda atas kekuatannya dalam menentukan dan mengarahkan hidupnya sendiri, yang pada akhirnya ia dapat memperoleh pengalaman-pengalaman yang dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat.

  • Smith, dalam McDaniel 1959

Bimbingan sebagai proses layanan yang diberikan kepada individu-individuguna membantu mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan-keterampilan yang diperlukan dalam membuat pilihan-pilihan, rencana-rencana, dan interpretasi-interpretasi yang diperlukan untuk menyesuaikan diri yang baik.

  • Crow & crow, 1960

Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, laki-laki atau perempuan, yang memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik kepada individu-individu setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri.

  • Tiedeman, dalam Bernart & Fullmer, 1969

. . . bimbingan membantu seseorang agar menjadi berguna, tidak sekadar mengikuti kegiatan yang berguna.

  • Mortensen & Schumuler, 1976

Bimbingan dapat diartikan sebagai bagian dari keseluruhan pendidikan yang membantumenyediakan kesempatan-kesempatan pribadi dan layanan staf ahli dengan cara mana setiap individu dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan dan kesanggupannya sepenuh-penuhnya sesuai dengan ide-ide demokrasi.

  • Bernard & Fullmer, 1969

Bimbingan merupakan segala kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu.

  • Mathewson, dalam Bernard & Fullmer, 1969

Bimbingan sebagai pendidikan dan perkembangan yang menekankan proses belajar yang sistematik .

  • Jones, Staffire &Stewart, 1970

Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam membuat pilihan-pilihan dan penyesuaian-penyesuaian yang bijaksana. Bantuan itu berdasarkan atas prinsip demokrasi yang merupakan tugas dan hak setiap individu umtuk memilih jalan hidupnya sendiri sejauh tidak mencampuri hak orang lain. Kemampuan membuat pilihan seperti itu tidak diturunkan (diwarisi), tetapi harus dikembangkan.

 

“PENGERTIAN KONSELING”

  

Dikutip dari W.S Winkel dan M.M Sri Hastuti “Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan” Media Abadi, Yogyakarta, 2004

  • English and  English (1958)

Counseling is a relationship, in which one person endeavors to help another to understand and solve his adjustment problems.

Konseling adalah suatu hubungan, di mana usaha seseorang untuk membantu, memahami dan memecahkan permasalahan penyesuaian pribadinya.

  • Smith (1955)

Counseling is process, in which the counselor assist the counselee to make interpretations of facts relating to a choice, plan, or adjustment which he needs to make.

Konseling adalah proses, di mana penasihat membantu konseli untuk membuat penafsiran fakta yang berkenaan dengan suatu pilihan, rencana, atau penyesuaian yang harus ia buat.

  • Lewis (1970)

Counseling is a process, by with a trobled person (the client) is helped to feel and behave in a more personally satisfying manner through interaction with and buninvolved person (the counselor) who provides information and reaction, which stimulate the client to develop behaviors which enable him to deal more affectively with himself and his envinronment

Konseling adalah suatu proses, dengan seorang klien yang dibantu untuk merasakan dan bertindak secara pribadi memberikan kepuasan dengan cara interaksi dengan konselor yang menyediakan informasi dan reaksi, yang merangsang klien untuk mengembangkan perilaku yang memungkinkan dia untuk menghadapi masalah dengan sendirinya dan envinronment nya

  • Tolbert (1972)

Counseling is a personal, face- to- face relationship, between two people in which the counselor by means of the relationship  and his special competencies provides a learning situation in which the counselee a normal short of person is helped to know himself and his present and possible future situations.

Konseling adalah suatu pribadi, hubungan tatap muka, antara dua orang di mana konselor dalam hubungannya member pertolongan dengan kemampuan khususnya menyediakan suatu situasi belajar  di mana konseli sebagai suatu orang  yang normal dibantu untuk mengetahui dirinya dan situasi masa depan.

  • Blocher (1974)

Counseling is helping an individual became more fully aware of himself and the ways in which he is responding to the influences in his envinronment. It further assist him to establish some personal meaning for this behavior and to develop and clarify a set of goals and values fir future behavior.

Konseling adalah proses membantu individu menjadi lebih  sadar akan dirinya dan tatacara di mana ia sedang menjawab kepada pengaruh di (dalam) envinronment nya. lebih lanjut  membantu dia untuk menetapkan beberapa maksud/arti pribadi untuk perilaku dan untuk mengembangkan dan memperjelas satu set gol dan sejenis cemara nilai-nilai perilaku masa depan.

  • Schmidt (1993)

Counseling is a practice of professional service desigred to guide an individual to a better understanding of . . . . problems and potentiality by untilizing modern psychological principles and methods (Y. Webster’s New International Dictionary, 1976, p.518)

Konseling adalah suatu praktek tentang  jasa/layanan profesional yang desigred untuk memandu perorangan pada suatu pemahaman . . . . kemampuan dan permasalahan yang lebih baik dengan metoda dan prinsip psikologis modern untilizing ( Y. Kamus Internasional Baru Webster’S, 1976, p.518)

  • Andi Mappiare (1984)

Serangkaian kegiatan paling pokok bimbingan dalam usaha membantu konseli atau klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus.

 

Dikutip dari Dewa Ketut Sukardi “Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah” Rineka Cipta, Jakarta, 2008

  • Sukardi (1985:11)

Layanan konseling adalah jantung hati layananbimbingan secara keseluruhan (counseling is the heart of guidance)

  • Ruth Strang (1958)

Counseling is a most important tool of guidance.

  • Rochman Natawidjaja (1987:32)

Konseling merupakan satu jenis layanan yang merupakan bagian terpadu dari bimbingan konseling, dapat diartikan sebagai hubungan timbale balik antara dua individu dimana yang seorang (yaitu konselor) berusaha membantu yang lain (yaitu klien) untuk mencapai pengertian tentang dirinya sendiri dalam hubungan dengan masalah-masalah yang dihadapinya pada waktu yamg akan datang.

  • Moh. Surya (1988:38)

Konseling itu merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada konseli supaya dia memperoleh konsep diri dan dan kepercayaan diri sendiri, untuk dimanfaatkan olehnya dalam memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang. Dalam pembentukan konsep yang sewajarnya mengenai : (a) dirinya sendiri, (b) orang lain, (c) pendapat orang lain tentang dirinya, (d) tujuan-tujuan yang hendak dicapai.

  • Prayitno (1983:3)

Konseling adalah pertemuan empat mata antara klien dan konselor yang berisi usaha yang laras, unik, dan human (manusiawi) yang dilakukan dalam suasana keahlian yang didasarkan atas norma-norma yang berlaku.

Dikutip dari Elfi Mu’awanah dan Rifa Hidayah “Bimbingan Konseling Islami” PT Bumi Aksara, Jakarta, 2009

  • Arthur Jones (1977)

Konseling adalah suatu proses membantu individu untuk memecahkan masalah-masalahnya dengan cara interview.

  • I. Jumhur dan Moh. Surya (1975)

Konseling merupakan salah satu teknik pelayanan dalam bimbingan secara keeluruhan yaitu dengan memberikan bantuan secara individual (face-to-face).

  • W.S Winkel SJ (1997)

“. . . . penyuluhan merupakan suatu saluran bagi pemberian bimbingan. Dalam rangka penyuluhan diadakan diskusi atau pembicaraan antara seorang penyuluh (counsellor) dengan satu orang (individual counseling) atau dengan beberapa orang sekaligus (group counseling)

Dikutip dari Prof. Dr. H. Prayitno, M.Sc.Ed dan Drs. Erman Amti “Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling” Rineka Cipta, Jakarta, 2004

Secara etimologis, istilahkonseling berasal dari bahasa latin, yaitu “consilium” yang berarti “dengan” atau “bersama” yang dirangkai dengan “menerima” atau “memahami”. Sedangkan dalam bahasa Anglo-Saxon, istilah konseling berasal dari “sellan” yang berarti “menyerahkan” atau “menyampaikan”

  • Jones (1951)

. . . konseling adalah kegiatan dimana semua fakta dikumpulkan dan semua pengalaman siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasi sendiri oleh yang bersangkutan, dimana ia diberi bantuan pribadi dan langsung dalam pemecahan masalah itu. Konselor tidak memecahkan masalah untuk klien. Konseling harus ditujukan pada perkembangan yang progresif dari individu untuk memecahkan masalah-masalahnya sendiri tanpa bantuan.

  • Pepinsky & Pepinsky, dalam Shertzer &Stone (1974)

. . . interaksi yang (a) terjadi antara dua orang individu, masing-masing disebut konselor dan klien; (b) terjadi dalam suasana yang professional; (c) dilakukan dan jijaga sebagai alat memudahkan perubahan-perubahan dalam tingkah laku klien.

  • Maclean, dalam Shertzer &Stone (1974)

. . . suatu proses yang terjadi dalam hubungan tatap muka antara seorang individu yang terganggu oleh karena masalah-masalah yang tidak dapat diatasinya sendiri dengan seorang pekerja yang bekerja secara professional, yaitu orang yang telah terlatih dan berpengalaman membantu orang lain mencapai pemecahan-pemecahan terhadap berbagai jenis kesulitan pribadi.

  • Smith, dalam Shertzer &Stone (1974)

. . . suatu proses dimana konselor membantu konseli membuat interpretasi-interpretasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana, atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuatnya.

  • Division of Counseling Psychology

Konseling merupakan suatu proses untuk membantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangan dirinya, dan untuk mencapai perkembangan optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya, proses tersebut dapat terjadi setiap waktu.

  • McDeniel (1956)

. . . suatu rangkaian pertemuan langsung dengan individu yang ditujukan pada pemberian bantuan kepadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya secara lebih efektif dengan dirinya sendiri dan dengan lingkunganya.

  • A.C. English, dalam Shertzer &Stone (1974)

. . . proses dalam mana konselor membantu konseli membuat interpretasi-interpretasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana, atau penyesuaian yang perlu dibuatnya.

  • Tollbert, (1959)

Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri endiri, keadaanya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalahnya dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang.

  • Blocher, dalam Shertzer &Stone (1974)

. . . membantu individu agar dapat menyadari dirinya sendiri dan memberikan reaksi terhadap pengaruh-pengaruh lingkungan yang diterimanya, selanjutnya, membantu yang bersangkutan menentukan beberapa makna pribadi bagi tingkah laku tersebut dan mengembangkan serta memperjelas tujuan-tujuan dan nilai-niali untuk perilaku dimasa yang akan datang.

  •  Bernard & Fullmer (1969)

Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan, motivasi, dan potensi-potensi yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasi ketiga hal tersebut.

  • Lewis, dalam Shertzer &Stone (1974)

. . . . proses mengenai individu ysedang mengalami masalah (klien) dibantu untuk merasa dan bertingkah laku dalam suasana yang lebih menyenangkan melalui interaksi dengan seseorang yang tidak bermasalah, yang menyediakan informasi dan reaksi-reaksi yang merangsang klien untuk mengembangkan tingkah laku yang memungkinkannya berperan secara lebih efektif bagi dirinya sendiri dan lingkungannya.

Tentang Gebrielleizious

Hello My Name is Gabriella Yudithia I was born in August 12 I'm student in Widya Mandala University-Madiun NICE TO MEET YOU.... :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s